Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Orbird untuk semua jenis Burung Kicau

Apapun jenis burung ada, peliharaan, burung kicau, burung lomba, Orbird akan membantu menjaga kesehatan dan kualitas burung anda. Coba dan Buktikan!!!

Mengapa Harus Beralih ke Nutrisi Burung Kicau "Orbird"

Terbuat 100% dari bahan alami, Mengandung Probiotik, Madu, rempah-rempah, Bebas Kimia, anti VIRUS, dan Ramah Lingkungan

Sembuhkan berbagai penyakit Burung dengan ORBIRD

Ada saatnya Burung Kicau terserang penyakit dan bahkan bisa menyebabkan kematian, Jangan khawatir serahkan semua kepada Orbird untuk mengatasinya.

Ribuan Pecinta Burung telah Merasakan Khasiat ORBIRD

Saatnya Beralih ke Produk unggulan, Nutrisi Burung Juara ORBIRd "TAK TERDANDINGI"

BREEDING Burung Telurnya tidak Menetas alias ZONK Terus ? Ini 5 Solusinya..!!

Setiap penangkar burung, baik kicauan, burung hias, merpati, maupun burung kelangenan seperti perkutut dan derkuku, pasti menginginkan produktivitas indukan meningkat dari waktu ke waktu hingga tercapai batas optimal. Faktanya, tidak mudah mencapai sasaran tersebut, terutama akibat jumlah telur sedikit, Dan piyik mati beberapa jam atau beberapa hari setelah menetas. Yuk, kita kupas-tuntas semua persoalan ini, agar produktivitas indukan Anda bisa optimal.

Hallo sahabat kicau mania semua mempunyai hobi berternak burung memang menyenangkan dan hasilnya pun juga sangat menguntungkan ,jadi banyak orang awam maupun pemain burung lomba juga tertarik untuk berternak, tapi Kadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan harapan kita,dari masa penjodohan, masa perkawinan , masa bertelur dan masa mengerami yang membutuhkan waktu lama dan hasil telurnya tidak menetes alias ZONK itu yang bikin kita pusing.  tapi dibalik itu semua Banyak faktor yang mempengaruhi telur yang dierami oleh indukan tidak menetas alias ZONK !!  apa saja faktor tersebut dan bagaimana cara mengatasinya mari kita simak kutipan di bawah ini :


Penyebab telur burung tidak bisa menetas semua :

1.Tidak ada proses perkawinan antara induk jantan dan betina
Jelas sekali terlihat, apabila tidak terjadi perkawinan antara induk  jantan dan betina maka burung tidak akan bertelur. Sekalipun bertelur semata-mata hanya karena kondisi fisik dan reproduksi betina yang telah matang yang menjadikan burung betina bertelur tanpa dikawini oleh induk jantan. Hal ini menjadi salah satu faktor kegagalan telur untuk menetas.

2.Gagal pembuahan dalam perkawinan
misalnya di sebabkan faktor tangkringan  burung yang terlalu kecil atau licin dan tidak memenuhi syarat sehingga ketika induk betina dikawini tidak bisa mantap mencengkeram tangkringan.
Kualitas Pakan Yang Buruk
Asupan gizi menjadi sangat penting, terlebih apabila sedang dalam masa penangkaran agar membantu burung  mengoptimalkan organ reproduksinya melalui nutrisi yang diperoleh dari makanan yang dimakanya, oleh karena itu penting halnya, memperhatikan kelengkapan, kecukupan, serta keseimbangan dalam pemberian pakan burung  yang sedang di tangkarkan. Pemberian pakan yang berkwalitas terbukti dapat membantu mendongkrak kesuburan reproduksi burung serta mencukupi asupan nutrisi yang dibutuhkan.
Suhu pada kandang kurang baik
terlalu panas atau terlalu dingin sehingga telur  burung yang sedang di erami tidak mendapat suhu optimal yaitu berkisar antara 36-37 derajat celcius. Yang mengakibatkan telur gagal menetas.

3.Indukan tidak mau mengerami telurnya.
Hal ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: Induk burung yang baru pertama kali bertelur biasanya terdapat beberapa kasus indukan semacam ini yang enggan mengeram karena masih awam (belajar) tetapi ada pula indukan yang sangat sensitif apabila sedang mengeram, biasanya indukan burung yang sensitif selalu masuk kedalam gelodok apabila merasa terganggu baik itu oleh predator, maupun kita sebagai pemilik. Lama kelamaan jika hal ini terus terjadi, indukan burung enggan untuk mengerami telurnya. Adapula indukan burung yang enggan mengerami telunya karena lingkungan tempat ia mengeram tidak nyaman, aman, dan tentram. Hal ini perlu diperhatikan agar menempatkan kandang penangkaran di tempat yang sepi / tidak terlalu sering di lalui oleh manusia ataupun hewan pemangsa.

4.Kondisi kesehatan Induk yang menurun.
Bisa jadi sperma jantan tidak sampai pada ovarium betina burung pada saat dikawini jantanya dikarenakan kondisi fisik jantan sedang kurang fit ataupun sebaliknya. Biasanya kondisi burung yang sedang mabung pun sedikit banyak mempengaruhi pada persentase keberhasilan telur menetas. Maka dari itu jangan paksakan burung yang sedang mabung atau sedang kurang fit untuk di tangkarkan, sebaiknya dirawat dahulu sampai kondisi fisik & mentalnya prima.

5.Indukan yang belum dewasa
Indukan burung belum sepenuhnya matang atau mencapai umur ideal untuk indukan.
Umur Ideal burung di tangkarkan sebaiknya setelah berusia 10-12 bulan, akan tetapi sering pula di dapati usia burung 7-8 bulan yang telah siap dan berhasil di tangkarkan, semua itu tergantung pula pada bibit-bebet-bobot burung dan karakter burung masing-masing.

 Tips agar telur burung menetas semua sebagai berikut :

1.Selama proses mengerami, suasana di luar kandang harus tidak ramai. Kalau suasana yang ramai akan membuat indukan betina sering keluar kandang. Sedangkan kondisi suhu telur harus tetap terjaga. Jika indukan betina sering keluar kandang maka bisa dipastikan ada telur yang tidak bisa menetas.

2.Telur yang infertil atau kuwuk tidak bisa menetas. Untuk menghindari hal seperti ini pastikan setelah indukan kawin, kita menyediakan pakan yang berkualitas. Saya pribadi hanya menyediakan pakan yang standar seperti milet putih, kenari set, jagung muda, jangkrik, ulat hongkong dan kroto setiap hari selama burung dalam masa kawin hingga mau mengerami.

3.Selama indukan betina mengerami, kita harus menjaga birahi induk jantan agar tidak naik. Jika birahi jantan naik namun betina sedang mengerami maka pejantan akan mengganggu betina untuk kawin. Apabila induk jantan sudah birahi kita harus mengambil induk jantan untuk ditaruh di kandang yang berbeda. Tujuannya adalah agar betina fokus mengerami telur.

4.Selama indukan betina sedang mengerami, sediakan pakan yang standar saja. Contoh pakan yang standar saya pakai hanya milet putih. Terkadang milet dicampur dengan kenari set,jangkrik, ulat hongkong dan kroto sedikit saja.

5.Pemilihan vitamin ternak yang tepat juga mempengaruhi kwalitas telur dan anakan yang dihasilkan oleh indukan tersebut, Maka dari itu kita perlu memakai vitamin ternak NEW ORBIRD kandungan nutrisi yang kompleks , Multivitamin, dan Mineral yang sangat dibutuhkan burung kicau karena terbuat dari rempah-rempah pilihan, Madu sebagai probiotik, Gula aren, dan Probiotik, menjadikan produk pilihan dan Unggulan yang belum pernah ada pada produk lain , TERBUKTI SUDAH HAMPIR 5 TAHUN sebagai produk pilihan para peternak Burung kicau, meningkatkan kemungkinan menetas hingga 90%, INDUKAN sehat, Anakan pun sehat dan lincah meminimalisir/menekan angka kematian anakan, Produk ORBIRD bukan hanya untuk diminumkan pada burung saja tapi, Bisa digunakan untuk Semprot, Tetes dan Oles. Maka biasa disingkat MSTO (Minum, Semprot, Tetes dan Oles). Jadi ketika burung kita mengalami atau terkena Snot bisa di teteskan, terkena bubul bisa dioleskan, ingin mempercantik bulu burung atau menumbuhkan bulu burung yang botak bisa disemprotkan...DAN TERBUKTI SEMBUH. Sungguh Luar biasa 1 Produk untuk segala jenis keluhan pada burung kicau.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar